Postingan
Makna dipindahkannya tali toga.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Toga merupakan simbol yang menyatakan bahwa mahasiswa telah lulus dan siap untuk terjun ke masyarakat. Tali toga yang awalnya disampirkan di kepala sebelah kiri lalu kemudian oleh rektor dipindah ke bagian kanan. Tali toga di sebelah kiri maksudnya adalah selama menjadi mahasiswa, bagian otak yang dipakai mahasiswa kebanyakan adalah otak kiri. Dimana otak kiri itu hanya berhubungan dengan bahasa atau hafalan. Nah, dipindahkannya tali toga dari kiri ke kanan itu dimaksudkan agar setelah lulus para sarjana tidak hanya menggunakan otak kiri, tetapi harus lebih banyak menggunakan otak kanan. Dimana otak kanan ini berhubungan dengan daya imajinasi, kreativitas, dan inovasi seseorang. Hal ini berhubungan dengan jenis pekerjaan yang harus dipilih para lulusan. Diharapkan setelah lulus, mereka tidak hanya menggunakan otak kiri yang “hanya mengandalkan bekerja pada orang lain” namun “harus mampu berpikir kreatif, imajinatif dan inovatif” yang menggunakan otak kanan dalam mencipt...
Kasih Tak Sampai.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
“Apa gunanya aku berdukacita, bila dapat bersukacita? Apa gunanya aku menangis bila dapat tertawa? Bukankah menangis itu menyedihkan hati dan sedih itu merusakkan badan? Tetapi tertawa menambah kesehatan tubuh. Apa gunanya sejengkal, dipikirkan sampai sedepa? Bukankah lebih baik digulung, jadi pendek dan disampul sampai mati? Apakah gunanya dipikirkan hal yang akan terjadi pada esok lusa, sebulan atau setahun lagi? Karena hal itu belum tentu. Jika terjadi juga, bagaimana nanti saja. Ada umur, ada rezeki. Dan lagi, apa faedahnya diingat juga sekalian yang telah lalu? Bukankah barang yang telah terjadi, tiada dapat diubah lagi, walau dikejar dengan kuda sembrani sekalipun? Tidakkah lebih baik hal yang sekarang ini saja yang dipikirkan dan dibuat seboleh-boleh, supaya menjadi hal yang dapat menyenangkan hati dan menyentoskan pikiran?” (Kutipan Alm. Marah Rusli).
Norma Kecerdasan Emosional
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
1. Pengendalian emosi diri, menunjukkan kesadaran diri atau pengenalan terhadap perasaan yang dialami sehingga mampu mengendalikan kehidupannya. 2. Pengendalian emosi, menunjukan bagaimana kemampuan untuk mengendalikan emosi yang terlalu dalam yang dapat mengganggu stabilitas kehidupan seseorang agar dapat mencapai keseimbangan. 3. Memotivasi diri sendiri, mengatur emosi penting agar seseorang dapat memusatkan perhatian dan memotivasi diri menjadi kreatif dan berusaha untuk mencapai tujuan hidup. 4. Mengenali emosi orang lain, mampu membaca tanda-tanda nonverbal dan mengerti perasaan dan emosi orang lain sehingga mampu menyesuaikan sikap dan tindakan dengan kecenderungan yang ditampilkan orang lain. 5. Mengendalikan hubungan dengan orang lain, kemampuan untuk menjaga hubungan dengan sesama maupun mengenali emosi setiap orang serta mengendalikannya.